Rabu, 14 Mei 2008

Selamat Jalan, Ibu

Kalau saja Ibu masih dikaruniai panjang usia tanggal 10 Mei 08 sudah menginjak 95 tahun. Namun takdir berkata lain,ibuku dipanggil Allah pada tanggal 26 Januari 05 menyusul Alm Ayahku yang sudah berpulang pada 21 Januari 81.

Ceritanya lagi sedih bo, entah mimpi apa kok pikiran melayang ingin mengenang ibuku.Saat aku terima tilpun dari ‘ndeso’ minggu 23 Januari 05 kakakku bilang kalau ibu sakit karena jatuh. Hari-hari berikutnya aku selalu monitor,gimana keadaan ibu, “Udah mendingan kok, mau makan”, kata yu Toen,kakak tertuaku. Ya sudahlah,rencana hari Jum at mau ijin bos untuk menyambangi ibuku.
Rabu,26 Januari 05 sekitar jam 14.00 aku terima tilpun kalau ibuku sudah berpulang menghadap Allah. Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Tanpa pikir panjang aku bersama suami mudik mendadak,tanpa bawa perlengkapan apapun.Kuciumi wajah ibuku yang sudah terbujur kaku,meski tersungging senyum.Kecewa rasanya tak menunggui ibu saat wafat. Kukenang kembali segala cintamu yang pernah kau limpahkan kepadaku.Tiada kata yang mampu kurangkai,tiada ungkapan yang mampu kusampaikan,cintamu senantiasa menguatkan semangatku,agar aku tegar,tabah dan ikhlas melepasmu.
Ya Allah, ampunilah segala dosanya, terimalah amal ibadahnya,lapangkanlah kuburnya dan muliakanlah tempatnya disisi Mu.

2 komentar:

tyogsmg mengatakan...

Assalamu'alaykum ....
Bu Lik Tik.
Saya jadi teringat mbah Yi, walaupun sudah meninggal nampak wajah beliau berseri-seri.
Mudah2an Allah memberikan tempat yang lebih nyaman. Amal baik beliau mudah2an senantiasa menjadi teladan.

sofi mengatakan...

saking cintaku sama mbah yi maka blog ini pake nama sofi oke trims